Langsung ke konten utama

Siswa Membunuh Gurunya, Salahkah Guru BK ???

Dunia pendidikan kembali dicoreng dengan kejadian seorang siswa membunuh gurunya sendiri. Hal ini terjadi karena siswa tersebut kesal dicoreng wajahnya sebagai akibat dari beberapa kali diperingati tapi tetap saja tidak konsentrasi belajar.
Merdeka.com, Jumat, 2 Februari 2018 11:54 mengungkapkan bahwa Ahmad Budi Cahyono, guru honorer mata pelajaran seni rupa SMA Negeri 1 Torjun, Desa Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura ini meregang nyawa usai dianiaya muridnya. HL, siswa kelas IX di sekolah tempat mendiang Budi mengajar adalah pelakunya.
Kejadian yang memalukan tersebut mengundang komentar dari Mendikbud  Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Beliau mengemukakan dalam berbagai kesempatan dirinya selalu mengingatkan jika ada kejadian negatif yang luar biasa seperti yang terjadi di Sampang itu. Sekolah harus betul-betul memfungsikan keberadaan Bimbingan Konseling (BK) di sekolah.
Setiap sekolah, katanya, harus memiliki data yang akurat dan analisis yang cermat terhadap sifat dan perilaku masing-masing siswa. Selanjutnya, memberikan perhatian dan penanganan khusus terhadap siswa yang memiliki sifat dan kecenderungan berperilaku menyimpang.
Melihat kejadian dan pendapat Mendikbud tersebut, penulis merasa perlu mengkaji lebih dalam lagi tentang fungsi dan peran BK yang sesungguhnya dan peran BK yang berlaku selama ini di sekolah-sekolah.
Modul-5 teori dan praksis BK yang dikeluarkan  PPPPTK Penjas dan BK mengungkapkan bahwa Pelayanan bimbingan dan konseling mengemban sejumlah fungsi yang hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Fungsi-fungsi tersebut adalah:

1. Fungsi pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak- pihak tertentu sesuai dengan kepentingan penembangan peserta didik. Pemehaman itu meliputi;
a. pemahaman tentang diri peserta didik, terutama oleh peserta didik sendiri, orang tua, dan guru (termasuk guru BK/Konselor).
b. pemahaman tentang lingkungan peserta didik (termasuk di dalamnya lingkungan keluarga dan sekolah), terutama oleh
peserta didik sendiri, orang tua, dan guru (termasuk guru BK/Konselor).
c. pemahaman tentang lingkungan (termasuk di dalamnya informasi pendidikan, informasi jabatan/pekerjaan, informasi sosial dan budaya/nilai-nilai), terutama oleh peserta didik sendiri, orang tua, dan guru (termasuk guru BK/Konselor).

2. Fungsi pencegahan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari permasalahan yang mungkin timbul, yang akan dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian-kerugian tertentu dalam proses perkembangannya.

3. Fungsi pengentasan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh peserta didik.

d. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terpelihara dan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.

e. Fungsi Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.

Fungsi-fungsi tersebut diwujudkan melalui diselenggarakannya berbagai jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling untuk mencapai hasil sebagaimana terkandung dalam masing-masing fungsi. Setiap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan harus secara langsung mengacu kepada satu atau lebih fungsi-fungsi tersebut agar hasil-hasil yang hendak dicapainya secara jelas dapat diidentifikasi dan dievaluasi.

Kembali melirik kasus pembunuhan guru seni rupa di Sampang, fungsi guru BK dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa.  Dengan fungsi-fungsi bimbingan dan konseling tersebut, guru BK dapat melaksanakan program-program yang sesuai sehingga hasil yang ingin dicapai terlaksana dengan baik. Kejadian-kejadian negatif akan terhindar.
 Benar apa yang dikatakan oleh Mendikbud dalam merdeka.com bahwa, "sebenarnya secara kelembagaan sudah ada peta sekolah yang berada di daerah rawan perkelahian, rawan peredaran obat terlarang, rawan vandalisme dan lainnya". Guru BK sudah memiliki data lengkap tentang kerawanan di sekolahnya masing-masing. Dari peta tersebut, Guru BK merancang program-program yang signifikan sehingga fungsi BK terlaksana sesuai keinginan.
Secara teori hal-hal tersebut di atas wajib dilakukan oleh guru BK. Fungsi BK harus dilaksanakan dis ekolah. Namun kenyataannya, banyak masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan fungsi BK tersebut. Hal ini  berkenaan dengan pandangan sekolah terhadap guru BK.
Paradigma guru BK sebagai polisi sekolah sulit untuk dirubah, karena selama ini banyak sekolah-sekolah yang memfungsikan guru BK sebagai polisi sekolah. Misalnya mewajibkan BK membuat program merazia siswa, melakukan hukuman terhadap siswa yang melanggar aturan dan sebagainya. Dengan paradigma tersebut, sulit bagi siswa untuk percaya dan membutuhkan BK untuk menyelesaikan masalahnya. Karena guru BK dipandang sebagai sosok yang menakutkan.
Mari kita bersama-sama mewujudkan tujuan pendidikan, yaitu menjadikan anak didik yang berkepribadian kuat dan dapat memecahkan masalahnya sendiri dengan baik. Dengan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan fungsi BK dan tujuan pendidikan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAT MENINGKATKAN IBADAH

 Bimbingan konseling bertujuan untuk membentuk karakteristik yang kuat dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi individu. Salah satu modal dasar dalam pembentukan karakteristik tersebut adalah melaksanakan ibadah secara rutin. Oleh sebab itu, perlu pembahasan "Kiat Meningkatkan Ibadah" untuk menambah masukan kepada peserta didik agar memiliki kekuatan dan peningkatan dalam beribadah. Sehingga peserta didik memiliki keimanan dan berpikir rasional dalam menyelesaikan masalahnya. Dwi Prasetyo Rini (6 Desember 2018) dalam tulisannya di Blogger menjelaskan 5 Upaya agar ibadah semakin berkualitas, yaitu : 1. Ibadah dengan Kesadaran Ibadah dengan kesadaran mengandung maksud, bahwa ibadah yang dilaksanakan tidak ada unsur paksaan, dan juga bisa berarti bahwa dalam melaksanakan ibadah tahu dan paham terhadap apa yang dilaksanakan. Orang yang mabuk sedang tidak sadar, maka apapun yang dilaksanakannya diluar kontrol akal pikiran 2. Ibadah dengan kecintaan Beribadah tanpa kerind...

SENYUMAN GURU

Senyuman berasal dari kata benda senyum 'yang artinya gerak tawa   ekspresif   yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, gembira, suka, dan sebagainya dengan mengembangkan bibir sedikit.  (Kamus Besar Bahasa Indonesia) . Senyuman yang ditampilkan seseorang dapat mempengaruhi orang-orang yang melihatnya. Misalnya senyuman seorang karyawan yang dapat meningkatkan kepuasan konsumen pada saat berbelanja (2013).' [1] Begitupula dengan guru, senyuman guru sangat berpengaruh besar terhadap lingkungan kerjanya, yaitu di sekolah. Peserta didik akan menjadi lebih semangat dan merasa kuat karena dididik oleh guru-guru yang memiliki kebribadian yang menyenangkan. Sehingga timbul tindakan-tindakan positif, misalnya peserta didik menjadi rajin belajar, patuh pada  tata tertib sekolah , bersemangat mengembangkan potensi dirinya dan mampu menghadapi setiap masalah yang terjadi pada dirinya. Dengan senyuman guru, selain berpengaruh pada peserta didik, berpen...

TIPS MEMAHAMI PELAJARAN

  TUJUAN LAYANAN : Peserta didik/konseli   dapat memahami teknik memahami pelajaran MATERI : Masa pandemi covid-19 membuat siswa harus belajar di rumah dengan PJJ (Pembelajaran jarak jauh) atau biasa disebut belajar Daring.  Siswa harus mampu menjadi pembelajar yang mandiri, karena terbatasnya interaksi dengan guru,   Hal ini menambah permasalahan bagi siswa, terutama dalam memahami pelajaran. Permasalahan ini banyak ditemukan dan dikeluhkan siswa kepada guru BK, diantaranya siswa tidak bisa memahami penjelasan guru lewat video yang disampaikan, siswa yang tidak bisa fokus dengan pembelajaran yang disampaikan guru dari power poin dan siswa yang tidak bisa mengatur waktu belajar di rumah. Oleh sebab itu, akan dibahas di sini tips memahami pelajaran pada umumnya dan khususnya dimasa Pandemi covid-19 ini. Dhita.MDI- 15 Agustus 2021 menjelaskan bahwa “ Kamu bisa menemukan gaya belajar yang sesuai dengan kepribadianmu agar proses belajar berjalan efektif. Ad...